Oleh: talijiwo | 19 November 2008

Habis Puasa Terbitlah Cinta

Ramadhan pergi dan apakah yang tersisa
Adakah jejak-jejak membekas di dalam kalbu kita
Jika kita termasuk para pencari Tuhan, sudahkah menemukan-Nya?

Bukan semata-mata menahan lapar dan dahaga
Puasa itu membebaskan jiwa
Puasa itu membuang iri dengki
Puasa itu membersihkan caci maki
Puasa itu memaafkan…
Memaafkan yang tidak diiringi keangkuhan

Berani puasa berarti berani hidup berdampingan dengan orang lain
Orang! Anak cucu Adam itu…
Berani puasa berarti siap memusnahkan kecemburuan sosial

Puasa melahirkan kesadaran
Sadar akan keunikan diri
Sadar akan keterikatan dengan semesta

Puasa adalah kebangkitan
Puasa menciptakan batin yang cerdas
Batin yang peka terhadap kehidupan

Puasa adalah Ramadhan
Puasa itu…
Membakar semua yang tidak selaras

Habis puasa, terbitlah cinta…

Jakarta, September 2008

[Puisi pertama kali muncul di Hanindo News yang terbit khusus menyambut lebaran]


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.